Farmakoterapi obesitas

Manifestasi Klinik Hiperlipidemia Waktu yang diperlukan sibutramin untuk mencapai kadar puncaknya ialah 1 hingga 2 jam.

FARMAKOTERAPI OBESITAS

Meskipun beberapa obat berikut dapat mempengaruhi kontrol glukosa dengan insulin: Karger AG, ; Karena menghambat penyerapan vitamin larut lemak A, D, E, Kpenggunaan orlistat juga harus disertai dengan suplemen multivitamin.

Obesitas biasanya ditentukan dengan menggunakan indeks massa tubuh yang dihitung dari berat dan tinggi badan seseorang. Hiperkolesterolemia heterozigot biasanya akan berkembang menjadi xanthomas pada orang dewasa dan berpeluang menjadi penyakit vaskuler jika ternyata pada golongan usia farmakoterapi obesitas.

Ked Dalam melakukan pengontrolan terhadap diabetes melitus, terdapat empat pilar utama yang harus diterapkan. Glyburide Signifikan Fenofibrate meningkatkan efek dari glyburide dengan berkompetisi membentuk ikatan protein plasma.

Evaluasi Hasil Terapi Pengaturan keseimbangan energi diperankan oleh hipotalamus melalui 3 proses fisiologis, yaitu pengendalian rasa lapar farmakoterapi obesitas kenyang, mempengaruhi laju pengeluaran energi dan regulasi sekresi hormon.

Penatalaksanaan Obesitas

Hubungan antara Sindroma Metabolik dengan Kejadian Stroke, 4: Pasien D tipe 2 yang menerima terapi tolbutamid lebih beresiko mengalami penyakit arteri koroner dibandingkan dengan kelompok pasien yang diterapi insulin atau pun plasebo.

Interaksi Obat Simetidin dan metformin bersaing dalam hal ekskresi melalui ekskresi tubular sehingga berpotensi meningkatkan deposit metformin, dan kemungkinan berimplikasi pada terjadinya asidosis laktat.

Terapi Farmakologi Obesitas 1. Khasiat Jika diberikan pada dosis ekuipotensial, semua sulfonilurea memiliki efek penurunan kadar glukosa darah yang sama. Non adrenergic Agents Phentermine bekerja dengan farmakoterapi obesitas pelepasan norepinephrine oleh hipotalamus, yang kemudian menurunkan nafsu makan, dan akhirnya menurunkan asupan makanan.

Efek penurunan TG dari aktivitas fisik sangat tergantung pada konsentrasi TG awal, tingkat aktivitas fisik, dan penurunan berat badan. Hiperlipidemia tipe ini dapat diatasi dengan diet rendah lipid, tidak memerlukan terapi farmakologi.

Terapi Farmakologi Hiperlipidemia 1. Agen sulfonilurea yang menghasilkan metabolit aktif memerlukan penyesuaian dosis jika digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Sulfonilurea Farmakologi Mekanisme utama kerja sulfonilurea adalah dengan meningkatkan sekresi insulin.

Lorcaserin tersedia dalam sediaan 10 mg, dan dikonsumsi per oral dua kali sehari. Orlistat bekerja selektif dalam menghambat lipase gastrointestinal dengan cara menghambat pembentukan asam lemak bebas dari trigliserida makanan, sehingga absorpsi lemak makanan menurun dan berat badan dapat berkurang.

Hasil Terapi Hiperlipidemia yang Diinginkan Target penurunan berat badan sebesar 2,5 — 5 kg atau dengan kecepatan 0,5 — 2 kg per bulan. Terapi Farmakologi 6. Tingginya nilai trigliserida maka pasien diberikan gemfibrosil.

Dosis harus dititrasi setiap minggu menggunakan interval waktu yang lebih lama pada klorpropamid untuk mencapai kadar glukosa darah yang normal.

Terapi Farmakologi untuk Obesitas

Tidak direkomendasikan bagi anak-anak. Topiramate sendiri adalah agen anti-epilepsi yang ditemukan dapat menyebabkan penurunan berat badan. Fenfluramin sebagai obat antiobesitas telah ditarik dari peredaran karena diperkirakan menyebabkan hipertensi pulmonal dan kerusakan katup jantung.

Sedangkan dosis nateglinide adalah mg sebelum makan dan tidak perlu dititrasi. JAMA ; Hipoglikemia lebih sering terjadi pada pasien yang menggunakan insulin secara intensif dibanding yang kurang intensif dan lebih sering terjadi pada pasien dengan DM tipe 1 daripada tipe 2.

Phentermine dikonsumsi pada pagi hari sebelum sarapan atau jam setelah sarapan, karena konsumsi pada malam hari dapat menyebabkan insomnia.

Diagnosis HiperlipidemiaMetformin Sebagai Farmakoterapi Obesitas. Sejak lama telah diketahui bahwa metformin sebagai golongan biguanide mempunyai efek menghambat produksi glukosa dihati, menurunkan absorbsi disaluran cerna dan meningkatkan sensitivitas insulin, Penelitian terbaik metformin pada pasien obesitas adalah penelitian.

Diabetes Prevention Program (DPP) yang menilai efek metformin.

Obesitas atau kegemukan terjadi pada saat badan menjadi gemuk (obese) yang disebabkan penumpukan adipose (adipocytes: jaringan lemak khusus yang disimpan tubuh) secara berlebihan.

Obesitas merupakan ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi dari waktu ke waktu, sehingga terjadi peningkatan penyimpanan energi maupun lemak. Obesitas biasanya ditentukan dengan menggunakan indeks massa tubuh yang dihitung dari. American College of Cardiology mengindikasikan farmakoterapi hanya pada pasien dewasa yang obesitas (BMI ≥ 30 kg/m2) atau berat badan berlebih (BMI ≥ 27 kg/m2) dengan komorbiditas seperti hipertensi, dislipidemia, dan DM tipe 2.

Tingkat obesitas ditentukan oleh lamanya waktu ketidakseimbangan ini terjadi. Asupan energi dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan, termasuk faktor sosial, perilaku, dan budaya sedangkan pengeluaran energi dipengaruhi oleh komposisi genetik dan metabolisme (Dipiro et al., ).

Farmakoterapi belum direkomendasikan untuk terapi obesitas pada anak, karena efek jangka panjang yang masih belum jelas. Terapi bedah di indikasikan bila berat badan lebih dari % BB Ideal.

Farmakoterapi obesitas
Rated 5/5 based on 66 review